pendar-pendar cahaya
jatuh semburat,kau tinggal cahaya merah
ku genggam setangkai, elok kupandang
bercermin kaca, wahai bening air
luas padang ilalang, berteman jiwa
yang tertambat laksana dua nada
ikut bernyanyi senandung melodi
yang tersembunyi di lubuk hati
nuansamu merenggut benak
irama jejak jantung berderap
diam mu seperti angin
berdesir ucapan dingin
tawa mu mengingat lagu
sederhana,
begitu lugu
ajariku setapak daki bukit
angkat langkahku, dan tatap warna langit
lurus tunjuk satu jalanku
arah mata angin dari seluruh penjuru
tanpa kata,
aku turut




